Rembulan Dibalik Jendela
Malam bukan sepi, siang bukan
Sunyi ...
Menghela napas dengan
Lantunan
Hmmm ....
Angin serasa ada suara bisik
Sampai ke ruang hati
Boleh bertanya ???
Termenung ku bagai air tanpa arus
Terdiampun bagai mentari dibalik senja
Tawa aneh, selalu mengangu ...
Senyum rindu senang
Menghampiri
Ehhh ... tanganku sakit ...
Terlalu lama berpangku tangan
Bulan ku tetap setiap malam, walau tak selalu
muncul
Karena rindu, rembulan dibalik
Jendela selalu ku tatap
Menarik namun tergaris ,
Memanah namun berteka-teki
Rembulan boleh aku tanya ???
Apakah dibalik cahayamu juga
Ada bulan pendamping ??
Ahhh...
Aku mulai menatap
Tapi ...
Jendela ku masih terbuka, tak mau ku tutup
Rembulan, begitu saja tetap kutatap
Cahayamu tetap biasa ...
Selalu buatku terkejut
Sapaan diruang hati cahaya
Dibalik langit ditemani jutaan
Batu cahaya
Rembulan ... aku ingin selalu tetap
Menatap mu walau sebenarnya silau dengan cahaya
teka-teki
Mu ...
Bulan sepi dihari mengingat
Nama tanpa kata nanti
<Karya : Hermina Takarias>

Komentar
Posting Komentar